Hindari 7 Jurusan Kuliah yang Sulit Mendapat Pekerjaan Ini

27 Maret 2022 / Team Fun English Course

Cita-citamu bisa cepat kerja dan dapat gaji yang layak bisa pupus jika salah masuk jurusan ketika kuliah. Alih-alih bisa sukses dengan cepat, kamu malah berpotensi terombang-ambing menjadi pengangguran. Karena faktanya, ada sejumlah jurusan kuliah yang sulit mendapat pekerjaan yang sebaiknya tidak kamu masuki.

Memang, sulit bukan berarti tidak mungkin. Namun, memilih jurusan lain yang lebih potensial ketimbang daftar berikut ini jelas lebih bijak!

1. Filsafat

Filsafat

Selama kuliah di jurusan Filsafat, kamu akan sering berlatih menjadi orang yang banyak berpikir mengenai berbagai fenomena. 

Untuk keperluan pribadi, jurusan yang kerap dapat label jurusan kuliah terburuk ini mungkin bisa bermanfaat. Namun faktanya, sangat jarang perusahaan yang membutuhkan kompetensi ahli filsafat. Pilihan karier yang paling masuk akal adalah menjadi penulis, jurnalis, atau konselor. 

Namun, kamu akan bersaing dengan lulusan jurusan lain juga yang tentu membuat persaingan semakin berat.

2. Sastra

Sastra

Minat masyarakat terhadap karya sastra semakin lama semakin berkurang. Beberapa tahun lalu, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menyebut angkanya hanya sekitar 6% rakyat Indonesia yang jadi pembaca sastra.

Otomatis, kebutuhan industri terhadap sarjana sastra juga menurun. Kini, sangat jarang menemukan lowongan kerja yang secara khusus mensyaratkan lulusan sastra sebagai kriterianya.

Akhirnya, lulusan jurusan ini kebanyakan harus bersaing dengan sarjana jurusan lain untuk lowongan kerja yang membuka peluang untuk semua jurusan.

3. Pendidikan

Pendidikan

Menjadi guru memang tampak menyenangkan. Tapi kalau lihat kenyataannya, sebaiknya kamu pikir-pikir ulang jika masih ingin masuk ke jurusan pendidikan.

Tahun 2019 lalu, Kemendikbud mengungkapkan fakta, bahwa setiap tahun ada 350 ribu sarjana pendidikan yang lulus. Padahal, kebutuhan guru maksimal hanya ada di 150 ribu orang. Jadi, ada selisih 200 ribu yang berpotensi tak terserap bekerja.

Karena fenomena ini sudah bertahun-tahun, akhirnya pengangguran dari jurusan ini pun semakin menumpuk. Tak heran jika ada banyak sarjana pendidikan yang terpaksa banting stir ke pekerjaan nonpendidikan.

4. Seni

Seni

Jurusan dalam kategori seni, sebaiknya kamu hindari juga jika ingin lebih mudah mendapatkan kerja.

Di zaman sekarang, sangat jarang generasi milenial dan Z yang meminati seni-seni seperti teater, lukis, tari, pahat, dan sejenisnya. Otomatis, daya serap industri terhadap lulusan tersebut jadi sangat kecil. Faktanya, peminatnya sangat segmented.

Ini berlaku untuk seni musik yang mengajarkan keahlian pada alat-alat tertentu. Kemajuan teknologi juga sudah mengikis kebutuhan industri terhadap jurusan kuliah yang susah kerja ini.

5. Perfilman

Perfilman

Dari waktu ke waktu, peminat siaran televisi semakin berkurang. Orang-orang beralih meminati konten video yang produksinya lebih simpel melalui aplikasi seperti YouTube atau Tiktok.

Tak mengherankan jika lulusan jurusan perfilman kini semakin susah mencari kerja. Apalagi, mereka harus bersaing dengan konten kreator mandiri yang dengan kemudahan dan keterjangkauan teknologi bisa membuat konten profesional.

Meski peluang kerjanya tak benar-benar tertutup rapat, tapi tetap sebaiknya kamu perlu pertimbangkan fakta ini.

6. Arkeologi

Arkeologi

Menonton film yang mengisahkan perjalanan arkeolog seperti Indiana Jones bisa membuatmu tertarik masuk jurusan kuliah yang sulit mendapatkan pekerjaan ini.

FYI, di dunia ini tak semua negara menaruh minat terhadap peninggalan masa sejarah dan purbakala. Termasuk, Indonesia. Meski masih ada, tapi sangat jarang perusahaan, lembaga, atau orang yang mau mensponsori arkeolog melakukan pekerjaannya.

Akhirnya, tak jarang lulusan arkeologi yang mengambil pekerjaan lain di luar kompetensi bidangnya. 

7. Astronomi

Astronomi

Memang, di Indonesia hanya ada 1 tempat yang membuka jurusan Astronomi, yakni ITB (Institut Teknologi Bandung). Secara jumlah lulusan, setiap tahunnya jurusan ini hanya menyumbang sekitar 200 orang.

Meskipun pesaingnya hanya ratusan, kamu perlu ingat bahwa kebutuhan terhadap pekerjaan ini juga sangat-sangat tipis. Paling mungkin, menjadi pegawai di pemerintahan atau lembaga penelitian. Sayangnya, kebutuhan setiap tahunnya sedikit dan jumlahnya tidak tentu. 

Kalaupun mau bekerja di bidang lain, jurusan ini juga lumayan spesifik sehingga agak sulit jika nantinya kamu harus banting setir.

Rekomendasi

Daftar di atas tidak mutlak wajib kamu ikuti. Kalau kamu tetap ingin menekuninya, tak masalah asalkan melakukannya dengan serius.

Untuk jaga-jaga, kamu bisa bekali diri dengan skill umum yang banyak industri butuhkan seperti kemampuan bahasa Inggris.  Nah, Fun English Course adalah tempat paling tepat untuk kamu yang mau menyiapkan diri.

Dengan metode yang fun, kamu bisa belajar bahasa Inggris dengan baik tanpa mengganggu studimu di jurusan kuliah yang sulit mendapat pekerjaan. Asyik kan?

Rate this post