Colloquialism vs idiom sering baru terasa rumit saat Anda mendengar orang berkata “gonna” di satu kalimat lalu “break the ice” di kalimat berikutnya. Apakah keduanya adalah hal yang sama?
Bukan sekadar kebingungan kosakata, ini adalah contoh bagaimana spoken language berbeda dari bahasa tulisan yang selama ini Anda pelajari. Agar tidak tersesat, baca artikel ini hingga tuntas untuk membahas tuntas colloquialism vs idiom.
Idiom, Arti yang Tak Pernah Harfiah

Apa itu idiom? Secara sederhana, idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak bisa ditebak dari kata-kata penyusunnya. Break the ice, misalnya, bukan berarti memecahkan es. Seperti hands down, juga bukan soal tangan.
Idiom lahir dari sejarah, profesi, dan kebiasaan lama, mulai dari dunia pelaut, teater, sampai pertanian, yang kemudian kehilangan makna literalnya tetapi tetap hidup dalam bahasa. Ada idiom tindakan (hit the nail on the head), idiom emosi (feel blue), dan idiom sosial (break a leg).
Dulu frasa-frasa ini muncul dari konteks kehidupan sehari-hari seperti pacuan kuda atau penampilan teater di panggung. Sekarang, frasa-frasa ini hadir sebagai alat menyampaikan sikap dan emosi serta penilaian secara ringkas dalam percakapan sehari-hari.
Apa Itu Colloquialism?

Jika idiom bermain pada makna tersembunyi, colloquialism justru erat kaitannya dengan gaya bicara. Ini adalah bentuk bahasa yang lahir dari percakapan sehari-hari dan berkembang karena manusia ingin berbicara lebih cepat, lebih santai, dan lebih akrab.
Sejak dulu, bahasa lisan selalu lebih ringkas daripada tulisan, dan sampai sekarang pola itu tetap bertahan. Itulah sebabnya bahasa informal mendominasi spoken English. Contohnya gonna dari going to, atau wanna dari want to. Artinya tetap sama, hanya lebih lisan.
Ada juga frasa seperti kind of atau a lot of yang terdengar kasual tetapi literal. Pada intinya, colloquialism tidak menyembunyikan makna, tapi membungkusnya dengan gaya bicara yang terasa lebih hidup dan akrab.
Colloquialism vs Idiom: Di Mana Letak Bedanya?

Kunci perbedaan idiom dan colloquialism ada pada apa yang berubah. Apabila idiom mengubah makna, maka colloquialism hanya mengubah cara mengucapkannya.
Saat seseorang berkata kick the bucket (kematian), Anda tidak bisa menebak artinya dari kata kick atau bucket karena maknanya tersembunyi dan harus dipelajari sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, gonna tetap berarti going to. Tidak ada makna baru, hanya versi lisan yang lebih singkat.
Ini adalah garis pemisah keduanya. Idiom bisa muncul dalam bahasa formal maupun santai, tergantung konteks. Colloquialism, sebaliknya, selalu hidup di wilayah informal. Keberadaannya membuat percakapan terasa natural, bukan untuk menciptakan arti baru.
Apakah Idiom Termasuk Colloquialism?

Tidak semua idiom adalah bagian dari informal English expressions, dan tidak semua colloquialism mengandung idiom. Beberapa idiom justru sering muncul dalam tulisan formal, seperti “in the long run” atau “on the other hand”, yang maknanya tidak harfiah tetapi tetap pantas untuk esai atau laporan.
Sebaliknya, banyak colloquialism seperti “kinda” atau “sorta” sama sekali tidak bersifat idiomatik karena artinya masih jelas.
Lihat perbedaannya dalam kalimat berikut:
- Idiom: “After years of debate, the issue finally came to a head,” yang berarti masalah mencapai titik puncak.
- Colloquialism: “I kinda need some time to think,” yang hanya versi lisan dari kind of. Gabungan keduanya bisa muncul dalam satu baris, misalnya: “I’m gonna call it a day because I’m running on empty,” di mana gonna bersifat colloquial dan running on empty adalah idiom.
Berikut adalah contoh lainnya.
- “She kinda hit the nail on the head with that comment.” – Dia lumayan tepat sasaran dengan komentarnya itu.
- “We’re gonna have to bite the bullet and finish the task tonight.” – Kita harus memaksa diri dan menyelesaikan tugas malam ini.
- “Jerry sorta spilled the beans about the surprise.” – Jerry tanpa sengaja membocorkan rahasia tentang kejutan itu.
Belajar Seperti Native Speakers Berbicara

Tingkatkan kemampuan bicara Anda seperti penutur asli di Fun English Course. Kelas conversational English kami akan mengajak Anda menangkap makna di balik kata dan nuansa di balik gaya bicara.
Tidak hanya menghapal frasa, Anda juga paham bagaimana orang benar-benar berbicara, hingga idiom maupun colloquialism terasa natural. Mari pelajari lebih jauh tentang colloquialism vs idiom bersama Fun English Course—daftar sekarang!