Apa Itu Proper Noun? Ini Aturan dan Bedanya dari Common Noun

proper noun

Di samping common noun, salah satu jenis noun (kata benda) yang paling mendasar dalam bahasa Inggris adalah proper noun. Secara lebih luas, noun dapat diklasifikasikan dalam berbagai dimensi, salah satunya berdasarkan acuan, yang kemudian terbagi menjadi proper dan common noun.

Artikel berikut akan membahas pengertian, contoh-contohnya, bedanya dengan common noun, serta aturan khusus yang penting dipahami.

Pengertian Proper Noun

proper noun adalah

Proper noun adalah noun yang menunjuk individu atau entitas tunggal yang spesifik. Sederhananya, noun ini menjawab pertanyaan, “yang mana persisnya?”

Misal, ada banyak orang bernama “Andi”. Namun, setiap kali nama Andi disebut, nama itu tetap mengacu pada individu tertentu dalam konteks tertentu. Maka dari itu, kata benda ini berfungsi sebagai identifikasi langsung.

Meski begitu, jangan keliru menyamakannya dengan pronoun (kata ganti orang), walau pronoun juga sama-sama berkaitan dengan acuan.

Adapun proper noun contohnya adalah sebagai berikut:

Contoh Proper NounMakna
“Tweety”Burung bernama “Tweety”
“Paris”Kota bernama “Paris”
“Mr. Yudha”Guru bernama “Yudha”
“Mount Everest”Gunung bernama “Everest”

Perbedaan Common Noun dan Proper Noun

Perbedaan Common Noun dan Proper Noun

Sebagaimana disebutkan di atas, common noun dan proper noun adalah jenis-jenis noun dalam bahasa Inggris yang paling mendasar.

Bila kata benda proper mengacu pada satu entitas yang spesifik, common noun justru mengacu pada kategori umum dari entitas tersebut. Contohnya, “city” (kota), “river” (sungai), “teacher” (guru), mountain “gunung”, “book” (buku), dan masih banyak lagi.

Hal lain yang membedakan adalah, kata benda proper menunjukkan “yang mana persisnya”, sedangkan common noun menjelaskan “apa jenisnya”. Masalahnya, terkadang batas “common” dan “proper” tidak selalu jelas.

Berikut adalah contoh kata-kata yang bisa berfungsi ganda:

Contoh KataTermasuk Kata Benda Proper KarenaTermasuk Kata Benda Common Karena
“champagne”Merujuk pada daerah bernama Champagne di PrancisMerujuk pada jenis minuman anggur bersoda yang dibuat di daerah Champagne, Prancis
“google”Merujuk pada nama perusahaanMerujuk pada verb (kata benda) yang berarti tindakan mencari sesuatu di mesin pencari bernama “Google”
“sun”Merujuk pada matahari di tata surya manusiaMerujuk pada matahari dalam konsep astronomi

Ada kalaya kata benda proper menjadi begitu populer sampai-sampai tak lagi terasa unik dan akhirnya berfungsi seperti common noun.

Contohnya, kata “xerox” yang awalnya adalah nama merek tetapi sekarang digunakan secara umum. Atau kata “platonic” yang berasal dari nama filsuf Plato lalu berkembang untuk menggambarkan sifat tertentu.

Aturan Kapitalisasi

common noun dan proper noun

Salah satu aturan penting tentang kata benda proper ialah penulisannya wajib menggunakan huruf kapital di awal. 

Dengan kata lain, Anda wajib menulis kapital pada:

  • Nama orang (“Susi”, “Tono”)
  • Objek geografi (“Paris”, “Mount Everest”, “the Amazon River”)
  • Organisasi atau institusi (“Harvard University”, “United Nations”)
  • Judul karya atau publikasi (“The New York Times”, “Pride and Prejudice”, “The Quran”)
  • Nama merek (“Coca-Cola”, “Microsoft”, “Google”)

Meski begitu, kapitalisasi ini sejatinya tidak berlaku sedari awal. Lama sekali, aturan ini lebih kepada kebiasaan atau gaya penulisan.

Misalnya, di era “early modern English” (1500–1600-an), penulis dan percetakan bebas mengkapitalkan kata benda. Uniknya, di abad ke-17, sempat populer tren menulis semua akta benda dengan kapital, mirip dengan kebiasaan dalam bahasa Jerman modern.

Cuplikan berikut diambil dari novel “Robinson Crusoe” (1719) karya Daniel Defoe yang memperlihatkan gaya kapitalisasi kata benda zaman itu. Terlihat jelas apabila common noun seperti “Year”, “City”, “Family”, “Country”, dan lain-lain ikut ditulis kapital:

“I was born in the Year 1632, in the City of York, of a good Family, tho’ not of that Country, my Father being a Foreigner of Bremen, who settled first at Hull. He got a good Estate by Merchandise, and leaving off his Trade, liv’d afterwards at York, from whence he had married my Mother, whose Relations were named Robinson, a very good Family in that Country…”

Seiring berlakunya standardisasi pada akhir abad ke-18, penggunaan huruf kapital untuk noun pun terbatas hanya untuk jenis proper.

Penggunaan Artikel “The”

contoh proper noun

Normalnya, kata benda ini sudah cukup jelas sebagai penunjuk unik sehingga tidak memerlukan artikel “the”. Namun dalam bahasa Inggris, ada beberapa yang menggunakan “the”, bergantung pada struktur maupun sejarah penggunaannya.

Kata benda proper tidak perlu memakai “the” dalam kasus-kasus sebagai berikut:

  • Nama orang: “Elizabeth”, “Shakespeare”, “Adam”
  • Kota-kota tertentu: “London”, “Jakarta”, “Tokyo”
  • Negara-negara tertentu: “France”, “Brazil”, “Indonesia”, “Japan”
  • Gunung dan sungai: “Mount Arjuna”, “Lake Toba”

Sementara itu, Anda wajib menambahkan “the” di depan kata benda proper pada kasus-kasus berikut:

  • Negara dengan deskripsi politis: “the United States”, “the United Kingdom”, “the Netherlands”, “the Philippines”
  • Pegunungan dan kumpulan pulau: “the Alps”, “the Rockies”, “the Maldives”
  • Bangunan/kelompok/institusi unik: “the Vatican”, “the UN”, “the Eiffel Tower”, “the Borobudur”
  • Surat kabar dan kapal: “the Titanic”, “The Washington Post”, “The Times”

Artinya, kata benda proper menggunakan “the” apabila nama tersebut bersifat deskriptif, berbentuk jamak, atau kolektif.

Itulah pembahasan lengkap mengenai proper noun. Jika Anda ingin mendalami konsep ini maupun topik grammar lainnya, daftarkan diri Anda di Fun English Course. Pilih saja kelas yang cocok, entah itu conversational atau business English, dan buktikan sendiri hasilnya dalam waktu singkat!