Apa Itu Linking Verb? Pengertian, Contoh, dan Cara Mudah Menggunakannya

Linking Verb adalah

Bila sebagian besar kata kerja berfokus pada aktivitas yang dilakukan subjek, linking verb adalah pengecualian. Kata ini hadir untuk memaparkan karakteristik atau keadaan suatu objek secara spesifik. 

Mari kita bedah bersama-sama materi ini, agar Anda semakin percaya diri menggunakannya!

Apa Itu Linking Verbs dan Contohnya?

Apa itu linking verbs dan contohnya

Linking verb dapat Anda pahami sebagai kata kerja yang menautkan subjek dengan informasi yang mendeskripsikannya, entah itu berupa kata sifat (adjective) maupun kata benda (noun).[1]

Kata ini tidak melukiskan aktivitas atau tindakan fisik. Fungsi linking verb lebih menunjukkan keadaan, kondisi, atau identitas seseorang atau sesuatu.

Contoh:

This homemade lemonade tastes incredibly refreshing.

tastes” bukan menggambarkan tindakan bahwa limun tersebut “melakukan” sesuatu, seperti mencicipi atau merasakan secara aktif. Tapi menautkan subjek (this homemade lemonade) dengan adjective: incredibly refreshing.

Apa Bedanya Linking Verb dan Action Verb?

Apa Bedanya Linking Verb dan Action Verb

Cara terbaik membedakannya adalah dengan bertanya “apakah subjek melakukan sesuatu atau hanya sekadar berada dalam suatu keadaan?”

Contoh:

The barista tastes the espresso shot

Kata “taste” ini adalah action verb karena menunjukkan aktivitas “merasakan” yang dilakukan barista.

AspekLinking VerbAction Verb
FungsiMenghubungkan subjek dengan kondisi/keadaanMenjelaskan tindakan yang dilakukan subjek
ContohThe velvet blanket feels extremely soft.The mechanic feels the tire for any punctures.
FokusKeadaan subjekAktivitas fisik subjek

Apa Perbedaannya dengan Auxiliary Verb?

Apa Perbedaan Linking Verb dan Auxiliary Verb

Linking verb juga sering tertukar dengan auxiliary verb atau kata kerja bantu. Perbedaannya:

  • Auxiliary verb: “is” pada “She is studying”, hanya membantu membentuk tenses bersama kata kerja utama “studying”.
  • Linking verb: “is” pada “She is diligent”, berdiri sebagai penghubung antara subjek dengan kata sifat “diligent” tanpa disertai kata kerja lain.
AspekAuxiliary VerbLinking Verb
ContohThe chef is stirring the golden broth with care.The golden broth is irresistibly aromatic.
PeranMembantu kata kerja utama membentuk tensesMenghubungkan subjek dengan kata sifat/pelengkap
Diikuti olehKata kerja (verb)Kata sifat/kata benda pelengkap

Daftar Linking Verb

Jenis Linking VerbPilihan KataFungsiContoh
To Be / Permanent Linking Verbsam, is, are, was, were, be, being, beenMenunjukkan keadaan, identitas, atau kondisi subjekThe old lighthouse is a silent witness to countless storms.
Verbs of Sensationlook, smell, sound, taste, feelMenunjukkan bagaimana sesuatu terlihat, tercium, terdengar, terasa, atau dirasakanThe violin sounds hauntingly beautiful 
Verbs of Change or Becomingbecome, get, turn, growMenunjukkan perubahan kondisi atau keadaanThe little seedling grows sturdier with each passing week.
Conditional Linking Verbsseem, appear, remain, prove, fall, act, equalMenunjukkan keadaan atau kondisi tertentu sesuai konteks kalimatHe seems tired.

Bagaimana Cara Kerja dan Aturannya?

Bagaimana Cara Kerja dan Aturan Penggunaannya

Cara kerjanya adalah menghubungkan subjek dengan subject complement. Ada dua bentuk utamanya:

  • Predicate nominative: pelengkap berupa kata benda. Contoh: “Maya became a doctor.”
  • Predicate adjective: pelengkap berupa kata sifat. Contoh: “The room feels cozy.”

Setelah memahami bentuknya, Anda perlu mengikuti beberapa aturan berikut agar linking verb digunakan dengan tepat.

1. Gunakan kata sifat, bukan adverb, sebagai subject complement

Subjek adalah kata benda, sehingga pelengkapnya wajib berupa kata sifat.

  • Incorrect: “She looks beautifully.”
  • Correct: “She looks beautiful.”

Adverb tetap boleh Anda pakai selama ia menerangkan linking verb-nya, bukan subjeknya.

  • Correct: “The weather suddenly turned cold.” (adverb “suddenly” menerangkan “turned”, bukan subjeknya)

2. Sesuaikan linking verb dengan subjek, bukan dengan pelengkapnya

Dalam subject-verb agreement, linking verb harus mengikuti jumlah subjek, meskipun pelengkapnya berbeda bentuk.

  • Incorrect: “The best snack are mangoes.”
  • Correct: “The best snack is mangoes.”

Jika susunannya terasa janggal, Anda bisa membalik kalimatnya.

  • Alternatif: “Mangoes are the best snack.”

3. Pastikan selalu ada subject complement setelah linking verb

Linking verb hampir selalu butuh pelengkap agar maknanya utuh dan tidak menggantung. 

  • Incorrect: “He seems.”
  • Correct: “He seems tired.”

Memahami linking verb adalah salah satu hal yang tricky dalam belajar grammar. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Fun English Course hadir untuk membantu Anda menguasainya dengan lebih mudah.

Kami menyediakan berbagai pilihan kelas untuk berbagai kebutuhan, mulai dari anak-anak, remaja, karyawan, hingga persiapan tes TOEFL dan IELTS. Semua kelas berlangsung secara online dengan pengajar profesional. Hubungi kami sekarang untuk pilihan waktu belajar yang fleksibel sesuai kebutuhan Anda.