Relative pronoun adalah alat, bukan sekadar kata penghubung. Perhatikan dua kalimat ini:
- “I met a woman. She speaks five languages.”
- “I met a woman who speaks five languages.”
Versi kedua terasa lebih padat, bukan? Bahkan terdengar lebih natural, tapi tidak kehilangan satu pun informasi. Itulah yang relative pronoun lakukan: menggabungkan dua kalimat jadi satu yang lebih kuat. Penggunaan who di sana juga bukan kebetulan karena ada logikanya.
Bukan Sekadar Penghubung, Ini Cara Kerjanya

Relative pronoun bekerja dua arah sekaligus. Ke belakang, ia merujuk noun di kalimat utama. Ke depan, ia membuka klausa baru yang memperluas informasi. Itulah yang membedakannya dari kata penghubung biasa.
Kebingungan muncul karena pemilihan, who, whom, whose, which, that tidak acak, tergantung konteks. Menariknya, which sendiri awalnya bukan relative pronoun, tapi kata tanya.
Bahasa Inggris meminjam fungsi baru untuk kata yang sudah ada. Hal ini juga yang menjadi akar kebingungan yang banyak orang rasakan soal penggunaan who dan whom hingga hari ini.
Lima Relative Pronoun dan Logika Pemilihannya

Sebelum memilih relative pronoun, tanyakan dua hal berikut:
- Apakah yang dirujuk adalah orang atau bukan?
- Apakah posisinya subjek, objek, atau kepemilikan?
Dari dua pertanyaan ini, seluruh perbedaan who, whom, whose, which, that bisa dipetakan dengan jelas:
- Who → orang, posisi subjek: “The teacher who inspired me retired last year.”
- Whom → orang, posisi objek: “The candidate whom they selected was outstanding.”
- Whose → kepemilikan, orang maupun benda: “The author whose book I finished writes beautifully.”
- Which → benda atau hewan: “The project which took months finally launched.”
- That → orang atau benda, khusus defining clause: “The idea that changed everything came from a student.”
Satu catatan penting soal whom: penggunaannya dalam bahasa Inggris tertulis telah menurun lebih dari dua abad. Dalam percakapan sehari-hari, who kini lazim menggantikannya. Bahkan menurut Oxford English Dictionary, whom hampir tidak lagi terdengar natural dalam konteks informal.
Hilangkan Klausa Ini dan Lihat Apa yang Berubah

Relative clause adalah klausa yang memperluas informasi tentang noun. Namun, cara kerjanya bergantung pada apakah informasinya penting atau sekadar tambahan.
The book that changed my life is out of print. – tanpa klausa tersebut, pendengar tidak tahu buku yang mana. Klausa di sini menentukan identitas, tanpa koma.
Sapiens, which sold millions of copies, changed how I think about history. – bukunya sudah jelas. Klausa hanya menambah konteks. Ada koma, dan that tidak bisa Anda gunakan di sini.
Konsep ini sebenarnya bukan sesuatu yang universal. Bahasa Welsh, misalnya, tidak mengenal relative pronoun seperti English. Struktur ini adalah pilihan, bukan keharusan linguistik.
That atau Which, dan Kapan Keduanya Bisa Dipertukarkan

Kebingungan that vs which sebenarnya punya jawaban praktis. Dalam defining dan non-defining relative clause, pilihan ini menentukan apakah informasi bersifat esensial atau sekadar tambahan.
- The report that I submitted was approved. — esensial, tanpa koma.
- The report, which I submitted last Friday, was approved. — tambahan, dengan koma.
Noun-nya sama. Maknanya berbeda. Dalam tulisan formal, perbedaan ini penting. Namun dalam percakapan informal, keduanya lazim dipertukarkan.
Bahkan secara historis, penggunaan which dalam bahasa Inggris tertulis terus menurun sejak pertengahan abad ke-20. Ini menunjukkan bahwa bahasa terus bergerak ke arah yang lebih ringkas.
Pergerakan ini juga tampak dalam contoh kalimat relative pronoun berikut:
- The colleague who took over the project delivered excellent results.
- My mentor, whose feedback shaped my career, retired last month.
- The documentary, which premiered at Sundance, is now streaming globally.
Bahkan that juga bisa hilang sepenuhnya: The book I read was brilliant. Contoh ini sama validnya dengan versi lengkapnya. Fenomena ini disebut dengan zero relative pronoun.
Kuasai Strukturnya, Tingkatkan Kefasihan Anda

Kemampuan menyusun kalimat kompleks adalah penanda kefasihan yang sesungguhnya. Relative pronoun adalah salah satu fondasinya.
Kemampuan ini bisa Anda latih bersama kami di Fun English Course. Bersama pengajar yang paham persis di mana pelajar Indonesia biasanya tersandung, berlatih dalam konteks nyata jadi semakin menyenangkan dan efektif.
Mulai perjalanan Anda di kelas untuk pelajar atau kelas percakapan. Daftar sekarang dan rasakan bedanya!